Terjemahan by me dari cuplikan artikel Homeschooling dari Situs Homeschooling Bule (lupa situsnya, sorry, kalo pengen cari aja di google) .
Sosialisasi Anak-anak Homeschool
Bagaimana Anak-anak Homeschool Bisa Saling Ketemu?
Inilah yang biasa ditanyakan para praktisi homeschooling pertama kali jika mereka ditanya tentang gaya hidup yang mereka jalani itu. Anak-anak homeschool biasanya melakukan aktifitas luar seperti tim olahraga, program kepanduan, rohis, bakti sosial, kerja sambilan. Praktisi homeschooling mengandalkan dukungan kelompok sebagai resource untuk perencanaan field trips dan mengadakan kontak personal dengan keluarga-keluarga yang berpikiran sama tentang homeschooling ini.
Ada Larry Shyers di Univ. Florida tahun 1992 menulis disertasi doktoral yang mempertanyakan perkembangan sosial anak-anak yang di-homeschool. Dalam penelitiannya, anak-anak umur 8-10 tahun direkam dengan video saat bermain. Perilaku mereka diobservasi oleh konselor2 yang terlatih yang tidak dikonfirmasi mana anak-anak yang bersekolah biasa dan mana yang di-homeschool.
Penelitian tersebut menyatakan tak ada perbedaan besar antara kedua kelompok tersebut tentang konsep-diri atau keasertifannya, yang diuji dengan tes-tes perkembangan sosial. Tapi yang jelas, rekaman tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar di rumah (home school) dengan orang tuanya secara konsisten tidak banyak bermasalah dengan attitude-nya.
Bagaimana Cara Sebuah Keluarga Memulai Homeschooling?
Susan Nelson, seorang pengembang kurikulum dan konsultan homeschooling, menyatakan bahwa orang tua akan merasakan tugas-tugas mereka lebih sederhana jika mereka menentukan tujuan utama mereka menjadi pendidik-pendidik di rumah adalah “untuk memfasilitasi anak dengan pengalaman-pengalaman belajar yang useful dan menarik; atau untuk mempersiapkan anak untuk memasuki sekolah formal.” Pendukung homeschool lainnya lebih praktis dan memberi saran: baca literatur tentang homeschooling, tambah wacana tentang hukum2 setempat tentang homeschool, hadiri seminar2 homeschool, gabung di kelompok homeschool regional, atau habiskan beberapa sesi bersama keluarga homeschool sebelum mengikuti jejaknya. Buku Homeschool yang populer antara lain:
How to Tutor by Samuel L. Blumenfeld,
Homeschooling: Your Questions Answered! by Deborah McIntire and Robert Windham,
The Original Home Schooling Series by Charlotte Mason.
Setelah trail and error tak berapa lama, kebanyakan keluarga mulai menikmati rutinitas homeschoolingnya. Nancy Wallace, ibu yang ber-homeschooling, bercerita tentang awal-awal dia mengajar anak-anaknya: “Setiap pagi kami berlatih bahasa Perancis, bermain piano, dan menulis. Tiap sore kami membaca (keras) untuk Vita dan Ishmael selama sekitar 1½ jam. Dan di jeda sebelumnya? Ishmael ambil dua kelas drama, kelas Perancis, dan kelas piano satu jam setiap minggu, kami pergi ke perpustakaan, jelajah hutan, mengamati alam, dan membaca.”
Apakah Siswa Homeschool Diijinkan Masuk Perguruan Tinggi?
Sejumlah universitas seperti Harvard dan Yale, mengijinkan. Sebuah keluarga yang tak biasa, keluarga Colfaxes dari Bonville, Kalifornia, 3 anaknya (anaknya 4) yang ber-homeschooling diterima Harvard. The Chronicle of Higher Education melaporkan booming siswa2 homeschool memenagkan persaingan pendaftaran ke perguruan tinggi favorit. Tanpa transkrip akademik dari SMU formal, pendaftar dapat mengumpulkan sampel2 atau portofolio kerja mereka, surat rekomendasi, dan CLEP (?) dan skor tes masuk Stanford. Penelitian HSLDA (?) terhadap 1657 keluarga homeschooling menyatakan bahwa siswa2 homeschooling ingin lanjut ke perguruan tinggi: 69% responden memilih untuk ambil pendidikan lanjutan sekunder yang formal.
Lines menyatakan bahwa “nampak dari data-data yang ada siswa homeschooling yang dites selalu diatas rata-rata. Pola data siswa homeschool mirip siswa dari sekolah swasta favorit.


Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/pendidikan/sosialisasi_anak_anak_homeschooling/
By: kaito724 on April 22, 2008
at 4:56 am
thx kaito, i’ve registered 2 technorati to promote this blog. btw infogue.com ga ada kan, cuma biar aku semangat promosi yah? thx bgt, saran yg sgt konstruktif.
By: bumblebee1st on April 22, 2008
at 12:45 pm
saya berencana membuat homeschooling buat anak saya, tapi itu juga tidak lama, karena hanya sebagai persiapan sekolah formal. Saya masih menganggap sekolah formal itu adalah sekolah yang lebih baik dari sisi sosialisasi dan sisi EQ. Tapi saya juga tidak menafikan keuntungan home schooling. Jadi saya sedang mencari modul/worksheet atau panduan kurikulum untuk anak saya. ada yang tahu? terima kasih
By: yanda nur on June 23, 2008
at 8:07 am