Posted by: wulynne | November 2, 2008

Sabar dan Taqwalah Ini Hanya Ujian…

Qur’an Surat Ali Imran ayat 186:

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”

Subhanallah. Maha benar Allah.

Sungguh benar, tepat sekali seperti yang Allah sampaikan dalam surat cintaNya pada kita ini.

Walaupun yang kualami dan kurasakan bukan dari ‘orang-orang yang diberi kitab sebelummu’ tapi justru dari saudara seiman yang ‘masih’ musyrik. (Catatan: bukankah kalau musyrik berarti beda aqidah dengan muslim?)

Mungkin pembaca masih ingat dengan ‘Si Pembawa Kayu Bakar’? Dalam tulisan itu saya menceritakan tentang permusuhan para tetangga di kompleks perumahan kami. Parah sekali. Sampai mereka menggunakan jasa dukun/paranormal/’kyai’ untuk menguatkan imej dan kedudukan mereka di mata penghuni komplek. Hampir merata sebenarnya. Banyak di antara warga yang selalu memakai jasa ‘kyai’ untuk masalah-masalah yang mengganggu. Setiap keluarga mempunyai ‘kyai’ andalan masing-masing.

Nah, pernah satu kali kejadian yang saya menjadi saksi langsung, membuat saya disodori dan disuruh minum air putih yang sudah dibawa ke ‘kyai’. Padahal sesaat sesudah kejadian kami sempat menegur korban –yang juga korban fitnah si pembawa kayu bakar- jangan sampai pake ‘kyai’ hanya karena uang 3 juta hilang, yang sebenarnya –menurut saya- kemalingan itu terjadi karena kecerobohan si korban sendiri. Tapi ternyata ke ‘kyai’ juga.

Akhirnya, di depan pintu rumah, kami katakan pada beliau ‘maaf Bu, untuk yang ini saya nggak bisa bantu karena datang ke ‘orang pinter’ itu dosa besar, syirik, menyekutukan Allah’.

Tentu saja setelah itu marahlah si tetangga. Hubungan kami tidak bisa dekat setelahnya.

Tapi yang saya sesalkan, sering fitnah mampir ke telinga, yang bersumber dari mereka yang nggak suka dengan kebenaran yang disampaikan. Macam-macam saja fitnahnya. Dari ngomongin jilbab, hadiah buku (dan bukan uang, meskipun buku lebih berharga), uang arisan dasawisma, pokoknya apapun bisa dibikin fitnahnya (Teman saya Nur Hansah mungkin akan senyum dan berkata ‘Yeh, lokalit banget sih Wul’).

Yah, memang resiko berdakwah dalam komplek perumahan. Awalnya kami berusaha dekat dengan setiap orang. Tapi banyak kejadian yang mengajari kami untuk bersikap ala kadarnya. Proposional.

Tapi bukankah memang sebaiknya kita berteman dengan siapapun sebaiknya tidak berlebihan? Seringkali teman bisa jadi musuh, musuh bisa jadi teman. Itu pula yang terjadi di komplek kami. Dan itu cukup membuat saya bertetangga ‘sekedarnya’. Kalo ada yang curhat yaaa didengarkan dengan baik, kalo bisa bantu cari solusi.

Orang-orang yang masih musyrik ini, entah mengapa walaupun mereka rajin ke mushola tapi sulit menerima kenyataan bahwa ke ‘kyai’ itu musyrik. Sifat norok bunteknya (bener nggak ngeja-nya?) membuat jalan dakwah agak terjal dikit. To some extend, dakwah ke masyarakat yang demikian lebih sulit daripada dakwah kampus. Kalangan akademisi -to some extend- lebih terbuka untuk memikirkan dan menerima pengetahuan dan tantangan baru.

Memang, ini semua terjadi dan seperti yang Allah sampaikan denga penuh cinta: bersabarlah dan bertaqwalah, semua ini adalah ujian.


Leave a response

Your response:

Categories