Posted by: wulynne | September 2, 2009

Gempa di FB

Jantungku bergetar, agak sedikit sakit. Membaca status facebook teman-teman kemaren saat dan agak pasca gempa di Tasikmalaya itu. Mungkin masih jauh dari tingkatan itsar (mendahulukan kepentingan orang lain daripada diriku), tapi memang baru empati yang bisa kurasa.

Skala 7,3 Richter. MasyaaAllah. Itu kan hampir sama dengan gempa dalam laut yang bikin tsunami di Aceh dan sekitar dulu.

Yang kupikirkan kemaren sambil terus mantengin facebook dan situs berita aktual macam detik.com, juga setel tivi (metro tv) keras-keras, adalah: apakah benar-benar akan terjadi lagi tsunami? Gelombang yang timbul dari guncangan lempeng bumi di dasar laut itu.

Alhamdulillah, setengah jam berikutnya peringatan bahaya tsunami dicabut oleh BMG. Alhamdulillah. Apa jadi kalau beneran tsunami itu datang. Bisa jadi separo teman-teman di facebook aku hilang. Na’udzubillah.

Saking gede getar gempanya, menurut temen-temen siih, banyak yang langsung merasa pusing. Lha di tivi ada dibilang gedung berlantai belasan nampak bergoyang kanan kiri.

Ngeri!

Kebayang kalo aku yang harus ngalami sendiri. What would I do? Mungkin…aku bakal ngambil Aysar dan Salman dulu, bawa keluar rumah. Kalo ga keburu, mungkin akan berdiri di pintu kamar. Atau berlindung di bawah meja ya? Haduw, mana bahan genteng sekarang kan berat gitu. Balok-balok kayu penyangga atap juga. Ngeri, sungguh!

Di atas semuanya, yang paling penting minta perlindungan pada Yang Kuasa. Banyak nyebut tahlil dsb. Jangan lupa cepet shalat, karena kejadiannya kemaren pas shalat Ashar :)

Daku posting: semoga temen2 yang di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya baek2 saja. Postingan berikutnya: yang belum shalat Ashar, cepetan.

Beberapa menit berikutnya baru di-reply ma temen2 yang disana. Mungkin masih shock mereka. Ada juga yang jawabnya jujur banget (jadi geli ngingatnya niih): Hehe iya mbak, tadi langsung inget masjid. Kurang tahu juga aku, apa maksudnya mo berlindung di masjid, apa mo shalat Ashar, hihi.

Yang jelas, paling banyak postingan refleksi diri. Pasrah dan takut bercampur jadi satu. Nilai-nilai bijak mulai mendominasi banyak teman saat itu. Walopun sebelumnya juga udah bijak :)

Ada satu yang lucu, postingan mba sita (salah satu moderator milis pembacaasmanadia), kira-kira begini, reporting temennya dia yang pemain biola: begitu gempa, mamaku teriak = faaaa, BIOLAAA!! pikir-pikir untung aku bukan pemain piano.

Bagus juga sih ada postingan lucu gitu, itung-itung ngendorin saraf yang tegang.

Kalo Anda baca ini, daku saranin join juga di milis ini, mencerdaskan, dan mengendorkan saraf tegang disini. Sambil blajar nulis, sharing, dan lain-lain. Bisa curhat juga. Karena temen-temen disini semuanya baek-baek, insyaaAllah. Kalopun ada yang error ya dimaklumi, mungkin lagi ‘dapet’ hehe.

Ah, syukur alhamdulillah semua baek-baek saja. Ga jadi tsunami. Walopun, ya, ada juga berita dukanya: 15 orang yang sudah ditemukan meninggal, innalillahi wa inna ilaihi raji’uun.Sesungguhnya kita semua milik Allah dan hanya kepada Allah lah kita kembali. Masa sih, yang punya ga boleh ngambil lagi miliknya…Ikhlas memang sulit, tapi mo gimana lagi kan? :)


Responses

  1. lupa nih, mbak ida mulyani juga post something penting buat muslimah: penting untuk siapin jilbab dan baju panjang di pintu atau dimana, yang penting muslimah jangan sampe lari keluar rumah hindari gempa dalam keadaan… misal: pake clana pendek doank
    setujuuu bangets ^^


Leave a response

Your response:

Categories