Thanks Khotma, dah membuatku nonton Twilight.
Ehm. Biasanya kalo film tentang vampir tuh yang disorot banget pasti tentang seremnya dan kebanyakan berdarah-darah gitu. Tapi Twilight… film drama misteri malah mbahas sisi romantis sang vampir. Indah banget. Tiga kali daku tonton film romantis ini, dan daku belum bosen, hihi.
Kalo film remaja SMU biasanya bintangnya bakal cantik, di Twilight kok biasa aja menurutku sih. Hanya saja, di scene-scene tertentu, kadang dia nampak cantik, Kristen Stewart. Apa itu yang disebut inner beauty ya? Kecantikan dari dalam. Atau, jangan-jangan cuma trik kamera? Heee…
Robert Pattison pun gitu, kadang aja nampak ganteng di Twilight. Apa karena dia vampir yang romantis… longing for blood and also love…ahh damn romantic!
Lucu bin ajaib sih scene ketika mereka ketemu pertama kali di kelas biologi. Kecele abis daku, kupikir reaksi si …mmm… sapa namanya disitu…ah! Edward Cullen, nutup hidung karena si Bella lewat depan kipas angin, kupikir, karena bau badan Bella disgusting or sejenis itulah…eh ternyata…
tonton ndiri aja deh
Cinta mereka cinta monyet gitu. Cinta buta yang: I don’t care even if you are a vampire, predators of human, hunting human for their blodd. Pokoke gue cinta. Mau banget si Bella jadi vampir demi bisa bersama si Edward selamanya.
Dialog cintanya daku suka:
Bella: The last time I saw you, they’re black, and now they’re golden brown
Edward: I don’t have the strenght to stay away from you anymore (haduuuuh, daku cinta line ini, ga ku-kuuu, bisa bikin hati klepek-klepek)
Edward: And the lion falls in love with the lamb
Bella: Stupid lamb
Edward: A sick and miserable lion (kalo ga salah siiih, ga terlalu kedengaran soale doi berbisik, atao anak gw aja lagi ribut hihi)
Edward: Isn’t it enough just living beside me for the rest of your life? (Line ini biasa saja kalo diucapkan sendiri gini, tapi cantik kalo dipakai untuk menolak request Bella pas minta dijadiin vampir oleh Edward)
Dan banyak lagi.
Monolog Bella juga aku suka. Yang awal tentang pilihan tempat untuk mati dekat orang yang dia cintai. Di tengah, tentang three things she’s positive are:… Juga di scene yang Bella dirawat setelah hampir mati dihisap darahnya sama Edward.
Hal yang wuaneh and ga bisa kuterima di film ini, yang menurutku maksa banget adalah bahwa vampir ga bisa kena sinar matahari karena takut ketauan bahwa mereka berbeda.
Beda? Hihi, iya. Karena saat kena matahari badan dan muka mereka…. Pasti kau bakal jawab hangus jadi abu kan? Bukan! Badan mereka…twinkling…like diamond! Maksa ngga tuuuh? Alah tapi ya udahlah, mungkin maksudnya pengen bikin dialog yang touching karena saat itu komentar Bella adalah: You’re…beautiful. Dan Edward remarked: Beautiful? This is the body of a killer Bella!
Ya, gitu deh. Tapi overall, aku suka, buktinya, masih suka nonton bolak-balik.
Adegan di sekolah juga ok. Normal. Kecuali, suasana mendung, gelap, dan berawan yang meliputinya. Yaaa cocok lah, kan filmnya tentang vampir.
Menjebak sekali, kirain yang ngelakuin pembunuhan-pembunuhan itu Edward dan keluarganya. Ternyataaa…
Tapi konflik antara the Cullens dan kelompok James kurang seru. Begitu juga dengan kelompok Quilet (ah lupa namanya) yang descendant dari serigala. Kurang runcing, kurang dalem. Mungkin aja ntar di-sequelnya diperdalam lagi (jiaah, pe de bgt bakal ada sequelnya, ehehehe).
Soundtracknya bagus-bagus. Cocok lah dengan scene-scene yang diiringi.
Berapa bintang ya enaknya? Mungkin, hmm, empat bintang deh, hehe.
Nah, pertanyaan yang cukup menggangguku setelah film nya berakhir adalah: ada novelnya ga sih Twilight ini? Aku pengeeen banget baca. Pasti lebih seru kalo baca bukunya langsung dong?!
Nah, yang belom nonton, yang suka drama, yang suka misteri, tonton lah…
Yang emak-emak, jangan kelupaan masak n ngemong anak loh kalo nonton, ehehe

